Aspergillus ochraceus
Cendawan klasik penghasil OTA, umum ditemukan pada biji kopi yang disimpan dalam kondisi lembap dan hangat. Spesies ini dianggap sebagai produsen OTA paling signifikan dalam rantai pasok kopi global.
Musuh tak terlihat dalam biji kopi
Racun alami dari cendawan pada biji kopi lembap. Tak berbau, tak berwarna, namun dapat merusak ginjal dan memicu tumor.
Okratoksin adalah racun alami (mikotoksin) yang dihasilkan cendawan pada kopi. Ochratoxin A (OTA) dianggap sebagai kelompok mikotoksin utama kedua setelah aflatoksin — menjadikannya salah satu ancaman keamanan pangan paling serius pada rantai pasok kopi global.
Kontaminasi OTA umumnya terjadi pada tahap pascapanen: saat biji kopi lembap dijemur, disimpan, atau diangkut tanpa sirkulasi udara yang memadai.
Setiap spesies memiliki karakteristik unik, habitat, dan tingkat toksisitas berbeda
Cendawan klasik penghasil OTA, umum ditemukan pada biji kopi yang disimpan dalam kondisi lembap dan hangat. Spesies ini dianggap sebagai produsen OTA paling signifikan dalam rantai pasok kopi global.
Beberapa galur A. niger bersifat toksigenik dan memproduksi OTA, terutama pada kondisi tropis. Tidak semua strain menghasilkan racun, namun identifikasi spesifik tetap diperlukan untuk kontrol mutu.
Penghasil utama OTA pada kopi dan anggur di daerah tropis, sering ditemukan pada biji kopi pascapanen. Prevalensi tinggi pada iklim hangat dan lembap menjadikannya ancaman serius bagi eksportir kopi.
Tampak sebagai serbuk kristalin tak berwarna dalam bentuk murninya.
Memancarkan cahaya hijau kebiruan di bawah sinar ultraviolet — dasar deteksi laboratorium.
Tidak sepenuhnya rusak oleh proses penyangraian suhu tinggi.
Bersifat lipofilik sehingga mudah terserap tubuh dan terakumulasi pada jaringan.
Paparan kronis dikaitkan dengan kerusakan ginjal progresif dan pertumbuhan tumor.
Racun menyasar secara spesifik jaringan tubulus ginjal, mengganggu fungsi filtrasi.
Merusak materi genetik pada sel HepG2 (sel hati) dalam model uji laboratorium.
Tergolong senyawa berpotensi memicu kanker pada paparan jangka panjang (IARC Grup 2B).
Menyebabkan apoptosis pada sel darah merah, berpotensi menimbulkan anemia hemolitik.
Mematikan 50% sel saraf Neuro-2a — pemicu potensial kanker otak dan gangguan neurologis.
Protokol pencegahan terpadu untuk memastikan kopi bebas kontaminasi okratoksin
Memisahkan buah busuk, ranting, dan kotoran tanah sebelum proses pengeringan dimulai.
Menggunakan rak-rak agar biji tidak kontak langsung dengan tanah, sekaligus menjaga sirkulasi udara.
Proses pengeringan dilakukan sampai kadar air mencapai ambang aman 12,5% atau lebih rendah.
Biji dengan kadar air ≥ 12,5% tidak disimpan bersama biji yang telah memenuhi standar.
Produk mentah dan produk akhir disimpan di ruangan berbeda untuk mencegah kontaminasi silang.
Kelembapan udara dan suhu ruang penyimpanan dipantau secara berkala untuk mencegah pertumbuhan cendawan.
Setiap negara tujuan ekspor menetapkan batas maksimum OTA (µg/kg) yang berbeda untuk kopi sangrai maupun kopi instan.
| No. ⇅ | Negara ⇅ | Jenis Komoditas | Batas Maks. OTA-A (µg/kg) ⇅ |
|---|---|---|---|
| 1 | 🇲🇦 Maroko | Kopi sangrai & kopi bubuk (excl. instan) | 5.0 |
| Kopi instan (soluble) | 10.0 | ||
| 2 | 🇨🇳 China | Kopi bubuk (roasted) | 5.0 |
| Kopi instan | 10.0 | ||
| 3 | 🇪🇬 Mesir | Kopi bubuk (roasted) | 3.0 |
| Kopi instan | 5.0 | ||
| 4 | 🇳🇱 Belanda | Kopi sangrai & bubuk (excl. instan) | 3.0 |
| Kopi instan (soluble) | 5.0 | ||
| 5 | 🇬🇪 Georgia | Kopi sangrai & bubuk (excl. instan) | 3.0 |
| Kopi instan (soluble) | 5.0 | ||
| 6 | 🇹🇳 Tunisia | Kopi sangrai & bubuk (excl. instan) | 5.0 |
| Kopi instan (soluble) | 10.0 |